' Situasi Indonesia, Data 27 Mei 2020 : Positif 23.851 Sembuh 6.057 Meninggal 1.473 Orang (sumber covid-19.go.id) ----- Mari Putus Rantai Penyebaran Virus Corona Dengan menjaga jarak antar Orang per Orang (Physical distancing) ----- Pesan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo : Satu Visi dan Strategi Tangani Covid-19

Refleksi Pemilu 2019

22/4/2019
Oleh :  Theofransus Litaay
Pemungutan suara pemilu 2019 sudah berlangsung, ada beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari proses yang sudah berlangsung:
1) Quick count menunjukkan persepsi publik.
Hasil quick count pemilu presiden 2019 menunjukkan bahwa rakyat menunjukkan kepuasan terhadap hasil-hasil kerja dan kepemimpinan Presiden Jokowi yang sudah dilakukan selama ini.
Pemilu direspon sebagai pesta demokrasi. Jumlah 800.000 (delapan ratus ribu) TPS bukanlah jumlah yang kecil. Kehadiran pemilih di berbagai TPS tersebut termasuk di luar negeri menunjukkan rasa ikut memiliki dari rakyat terhadap pesta demokrasi ini.
2) Ancaman kekerasan tidak terjadi, pemilu berjalan damai. Mekanisme demokrasi telah berjalan dengan lancar di seluruh Indonesia. Kekhawatiran mengenai ketegangan dan lainnya ternyata tidak terjadi, yang nampak justru kegembiraan dan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat.
Peran TNI Polri dalam mengamankan perhelatan nasional ini patut diberi pujian. Para polisi dan tentara bersama para KPPS yang sudah bekerja sangat keras perlu diberikan tanda jasa oleh negara.
Masyarakat kita ternyata sangat menikmati nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan justru dirasakan sebagai kekayaan budaya.
3) Partisipasi tinggi, golput terendah dalam sejarah pasca reformasi. Partisipasi politik masyarakat yang sangat tinggi ini membuktikan bahwa kekhawatiran akan golput juga tidak terwujud. Tingkat partisipasi yang tinggi berhasil mencapai tingkat tertinggi sejarah politik Indonesia pasca reformasi 1998.
4) Petahana netral dan fair, terbukti bisa kalah besar di wilayah tertentu. Pemilu ini sangat demokratis dan tidak nampak adanya rekayasa politik, terbukti di beberapa daerah suara yang diperoleh oposisi bisa sangat tinggi meningkat jauh di atas petahana.

Wilayah-wilayah yang semula dituduh oposisi akan dimasuki petahana dengan memanfaatkan kekuasaan ternyata tidak terbukti. Pemerintah berhasil menjaga netralitas dan mendukung KPU sebagai penyelenggara pemilu yang bebas.
5) Kelemahan Pemilu 2019 perlu diperbaiki.
Beberapa kelemahan ditunjukkan dalam sistem pemilu tahun 2019 ini. Antara lain:
5.a) masa kampanye yang terlalu panjang, menimbulkan kompetisi politik yang meluas di kalangan masyarakat luas.
5.b) karena ada dua calon maka konsentrasi semua kekuatan politik pada pemilu presiden dan agak mengabaikan pemilu legislatif.
5.c) Pembentukan KPU terlalu sempit waktu khususnya di daerah, akibatnya muncul berbagai kelemahan KPU daerah dalam distribusi logistik dll yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Tangerang, Banten, 22 April 2019.
Theofransus Litaay, SH, LLM, PhD.
Pengamat Politik dan Hukum

Leave a Comment

You may like